Home » » HMI Terjebak Politik Praktis

HMI Terjebak Politik Praktis

Written By Himpunan Mahasiswa Islam Tanjungpinang on Selasa, 05 April 2011 | 00.00

Setiap tanggal 5 Februari, organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memperingati hari kelahirannya. Kini organisasi yang berdiri di atas semangat keislaman dan ke-Indonesiaan itu memperingati hari kelahirannya yang ke-64 tahun.
HMI merupakan organisasi mahasiswa terbesar dan tertua di Indonesia. Ia memiliki peran strategis dalam menegakkan pilar-pilar keislaman sebagai landasan historis sebuah pendirian. Sejak awal berdiri, HMI sudah menisbatkan diri sebagai organisasi yang mempunyai visi dan misi perjuangan mengokohkan nilai-nilai keislaman, kemahasiswaan dan keindonesiaan.
Namun, sejalan dengan perkembangan zaman, dinamika kemahasiswaan mengalami stagnasi orientasi perjuangan. Idealisme keislaman yang
dibangun HMI sejak awal berdirinya, seakan telah dikalahkan oleh pragmatisme dan bentuk permainan politik praktis.Kondisi memprihatinkan ini yang dialami gerakan mahasiswa HMI sekarang. Mereka terjebak pada arus transformasi politik pragmatis yang lambat laun tanpa disadari mengikis habis kejatidiriannya sebagai pemegang tampuk keadilan, kebajikan serta kejujuran yang diperjuangkannya.
Gerakan mahasiswa dewasa ini disinyalir mengalami kemerosotan. Tindakan anarkis, brutal, dan perilaku tak patut hukum menjadi wajah buram pergerakan mahasiswa sekarang. Tindakan semacam ini yang sebenarnya tidak diinginkan oleh HMI itu sendiri jika mengaca pada dimensi sejarah berdirinya. Seyogianya perlu diberi spirit penyadaran.
Mengaca pada sejarahnya, HMI hadir pada saat yang tepat ketika Indonesia berada pada kondisi genting melawan rezim yang radikal dan kurang memperhatikan rakyat kecil. Berangkat dari sumbangsih organisasi HMI tersebut, Indonesia dapat memperoleh eksistensi kemerdekaannya sampai sekarang.
Keadaan di atas sekaligus juga menjadi pendorong terhadap berdirinya gerakan HMI sebagai tameng pamungkas dalam menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam, mengembalikan jati diri mahasiswa, dan dalam rangka mempertahankan kemerdekaan. Inilah yang menjadi pendorong Lafran Pane dan 14 temannya di Yogyakarta pada tanggal 5 Februari 1947 silam untuk mendirikan HMI.
Berdirinya HMI tersebut sungguh menarik minat intelektual muda untuk ikut memperjuangkan kebenaran dan keadilan pada saat itu. Yakni kebenaran dan keadilan yang berlandaskan pada nilai-nilai keislaman. Begitu juga dengan kekuatan yang dibangun guna menyebar luaskan ajaran Islam di tanah Jawa dan Indonesia pada umumnya.
Pada saat itu, hasrat Lafran Pane dalam membentuk karakter kader intelektual HMI dan para cendekiawan muslim Indonesia menjadi tujuan yang tak tergoyahkan di tengah merebaknya pemikiran yang radikal. Maka tidak salah jika frame yang moncolok dari HMI adalah membentuk kader-kader intelektual muslim yang mempunyai wawasan keislaman relatif tinggi.
Tujuan baik ini membuahkan hasil yang positif terhadap lahirnya sederetan kader muda berwawasan keislaman yang dilahirkan dari HMI. Mereka banyak mengisi garda depan kemajuan bangsa Indonesia baik dalam perpolitikan maupun keagamaan. Misalnya  dapat kita lihat sekarang seperti Mahfud MD, Hidayat Nur Wahid, Fadjroel Rachman, Azyumardi Azra, Anies Baswedan, Anas Urbaningrum, dan yang lain.
Mereka adalah sosok yang lahir dari HMI yang perlu dicontoh oleh kader muda HMI yang masih duduk di bangku perkuliahan. Tak terkecuali mereka yang aktif di organisasi. Sejatinya sosok di atas adalah teladan yang bisa diikuti jejak perjuangannya dalam mengasah intelektual akademis.
Tujuan Progresif
Hal ini penting untuk dilakukan oleh generasi HMI masa kini. Para penerus tidak boleh hanya berkutat pada wilayah pergerakan saja, tetapi lebih jauh dari itu pengasahan intelektual tidak boleh dinafikan. Karena selain berpandangan pada jargon kebangsaan dan keindonesiaan yang humanis, HMI sejak awal sudah mengkultuskan dirinya sebagai organisasi Islam. Hal ini yang seyogianya perlu diperhatikan.

Perjuangan dalam pembaharuan yang telah menyatu dalam diri mereka sebagai intelektual muda harus dipertahankan dan dikembangkan. Perjuangan yang telah ditunjukkan para pendahulu mereka itu harus diimplementasikan dalam wujud nyata. Sangat ironis sekali jika generasi penerus HMI hanya memprimadonakan para pendahulu mereka, sedangkan mereka sendiri tidak melakukannya.
Tindakan yang demikian harus dibuang jauh-jauh. Mereka harus mempunyai tujuan yang lebih progresif lagi dengan talenta yang dimiliki untuk memandang masa depan yang lebih bermakna. Semua ini demi mengokohkan perjuangan HMI menghadapi pergulatan politik, ekonomi dan masalah kebangsaan semisal perjuangan melawan tindakan korupsi.
Hal itu dapat dilakukan dengan pertimbangan yang cukup matang. Artinya kaum muda tidak hanya mengedepankan emosi dan arogansi semata ketika bertindak. Karena jika demikian citra HMI sebagai organisasi Himpunan Mahasiswa Islam dan sebagai gerakan perlawanan terhadap tindakan radikal para penguasa akan hilang ditelan zaman.

Gerakan intelektual HMI harus memberikan semangat baru dalam menghadapi dinamika zaman dengan senantiasa mengedepankan nilai-nilai keislaman, serta kemudian dibentuk dengan format baru sesuai dengan konteks kekinian. Format yang berlandaskan pada progresivitas intelektual tetapi tidak menghilangkan visi dan misi awal.
Peringatan hari lahir ke-64 tahun HMI ini perlu dijadikan refleksi untuk mengokohkan kembali komitmen HMI sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang keislaman, memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Bekal intelektual yang berlandaskan pada wawasan keagamaan menjadi prinsip awal yang seharusnya menjadi penopang HMI dalam menyelesaikan problematika kebangsaan.

Bukan suatu yang mustahil apabila kekuatan yang dibangun melalui kesadaran intelektual dan pengokohan strategi yang mumpuni akan memberikan pencerahan bagi terbentuknya HMI yang siap dengan segala tantangan dan perubahan.

Mantan Pengurus HMI dan Peneliti Pada Center for Religion and Cultur Studies (CRCS) Yogyakarta.
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Himpunan Mahasiswa Islam - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger